Kembali ke berita

Perumda Pasar Jaya dan PT Ratu Karya Siapkan Penataan Pasar Minggu dengan Konsep TOD

Perumda Pasar Jaya dan PT Ratu Karya siapkan penataan Pasar Minggu jadi kawasan TOD modern berinvestasi hampir Rp1 triliun yang terintegrasi transportasi.

18 Sep 2026 6 dilihat Penulis: Pras Editor: Cinta
Daerah
Perumda Pasar Jaya dan PT Ratu Karya Siapkan Penataan Pasar Minggu dengan Konsep TOD

JAKARTA, PilarRakyatIndonesia.news — Perumda Pasar Jaya bersama PT Ratu Karya, anak perusahaan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE), resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait rencana kerja sama pembangunan dan penataan kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Pusat Perumda Pasar Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal kolaborasi dalam mendorong transformasi kawasan Pasar Minggu menjadi kawasan yang lebih modern, tertata, serta terintegrasi dengan transportasi publik melalui konsep Transit-Oriented Development (TOD).

MoU ditandatangani Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto dan Direktur PT Ratu Karya Tessar Haditiya. Penandatanganan turut disaksikan Direktur Utama PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) Eric Kusuma bersama jajaran direksi dan manajemen Perumda Pasar Jaya, BIKE, serta PT Ratu Karya.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Dikembangkan dengan Konsep Transit-Oriented Development

Pasar Minggu selama ini menjadi salah satu kawasan perdagangan dan transportasi yang memiliki aktivitas tinggi di Jakarta Selatan. Kawasan tersebut memiliki simpul transportasi yang terdiri atas stasiun kereta api, terminal, pasar tradisional, serta jaringan jalan yang menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat.

Melalui konsep TOD, penataan kawasan diarahkan untuk mengintegrasikan transportasi umum dengan berbagai fungsi perkotaan. Pendekatan tersebut mencakup peningkatan konektivitas, optimalisasi penggunaan lahan, serta penciptaan kawasan yang lebih nyaman dan teratur bagi masyarakat.

Lokasi Pasar Minggu dinilai memiliki potensi pengembangan TOD karena berada dalam radius sekitar 0–200 meter dari stasiun sehingga dapat dioptimalkan sebagai kawasan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik.

Penataan tersebut juga akan melalui kajian lanjutan untuk memastikan perencanaan kawasan dapat dilakukan secara komprehensif dan implementasinya berjalan efektif.

Investasi Diproyeksikan Hampir Rp1 Triliun

Direktur Utama BIKE Eric Kusuma mengatakan, rencana pembangunan dan penataan kawasan Pasar Minggu diperkirakan membutuhkan nilai investasi hampir mencapai Rp1 triliun.

Menurutnya, konsep pengembangan tidak hanya mencakup revitalisasi pasar, tetapi juga menghadirkan sejumlah fasilitas penunjang aktivitas masyarakat.

“Sebagai pasar modern, Pasar Minggu selain kios dan los pasar UMKM juga akan dilengkapi rumah susun, rumah sakit, perkantoran, pusat perbelanjaan, food court, dan fasilitas lainnya,” ujar Eric dalam kesempatan tersebut.

Dari sisi lokasi, kawasan Pasar Minggu memiliki posisi strategis karena berada di Jakarta Selatan dan berbatasan langsung dengan wilayah Depok. Kawasan tersebut juga berdekatan dengan Stasiun Pasar Minggu serta terminal bus dan angkutan dalam kota.

Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung mobilitas pedagang, penghuni, maupun pengunjung menuju berbagai wilayah Jakarta dan kawasan sekitarnya.

Dorong Revitalisasi Pasar dan UMKM

Rencana penataan juga diarahkan untuk mempertahankan fungsi pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Revitalisasi diharapkan dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih bersih, tertata, nyaman, sekaligus tetap mempertahankan karakter pasar tradisional.

Dalam konsep yang disiapkan, sejumlah jenis perdagangan akan ditata dan didistribusikan ke area trade centre untuk mengurangi kepadatan aktivitas di area pasar.

Komoditas seperti elektronik, emas, perhiasan, swalayan, hingga optik direncanakan dapat ditempatkan pada area perdagangan tersebut. Dengan demikian, kawasan pasar diharapkan menjadi lebih lapang dan memiliki pembagian fungsi yang lebih jelas.

Trade centre juga diproyeksikan menjadi salah satu area komersial yang dapat memenuhi kebutuhan penghuni maupun pengunjung kawasan.

Integrasi Pasar, Stasiun dan Terminal

Kawasan Pasar Minggu memiliki tiga unsur utama yang saling terhubung, yakni pasar tradisional, terminal, dan stasiun, serta didukung oleh jaringan jalan sebagai simpul pergerakan masyarakat.

Dari sisi transportasi, Stasiun Pasar Minggu merupakan bagian dari jalur kereta yang menghubungkan kawasan Jakarta dengan Depok hingga Bogor. Sementara itu, Terminal Pasar Minggu menjadi salah satu simpul angkutan umum yang melayani berbagai rute.

Sejumlah moda transportasi yang tersedia di kawasan tersebut antara lain TransJakarta, JakLingko, angkutan kota Depok, KWK, dan mikrolet.

Integrasi berbagai moda transportasi tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan kawasan Pasar Minggu sebagai kawasan berbasis TOD.

Selain fasilitas perdagangan dan transportasi, rencana pengembangan juga mencakup pembangunan ruang perkantoran. Kehadiran fungsi perkantoran diharapkan dapat melengkapi kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal, tempat bekerja, serta pusat perdagangan dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Melalui kerja sama antara Perumda Pasar Jaya dan PT Ratu Karya tersebut, penataan Pasar Minggu diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan perkotaan yang lebih terintegrasi, sekaligus mempertahankan fungsi ekonomi dan sosial pasar bagi masyarakat Jakarta Selatan.

Komentar

0 tanggapan

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.